close

Tak banyak yang tahu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, punya kuliner legendaris yang mulai sulit ditemui, yaitu makanan dengan bahan dasar Ikan Terubuk dan telurnya. Biasanya telur Ikan Terubuk dijual dalam keadaan kering.

Ikan Terubuk sebelum dimasak. Ukuran beratnya 1 kg.

Ikan Terubuk adalah jenis ikan yang hidup di perairan estuaria, yaitu badan air setengah tertutup di wilayah pesisir dengan satu sungai atau lebih yang masuk ke dalamnya dan terhubung bebas dengan laut. Di Indonesia, ikan ini paling banyak ditemukan di Pulau Bengkalis dan Labuhanbatu.

Di Labuhanbatu, Ikan Terubuk berasal dari Sungai Bilik yang berada di Desa Labuhan Bilik. Dahulu, Labuhan Bilik disebut Kota Terubuk karena banyak dijumpai Ikan Terubuk di sungainya, bahkan di desa ini dibangun sebuah tugu berbentuk Ikan Terubuk. Masyarakat Labuhan Bilik biasa memakan mentah daging dan telur Terubuk dengan campuran cabai, air jeruk nipis dan garam.

Ikan Terubuk sangat unik. Selain hanya hidup di perairan estuaria, ikan ini bersifat hermafrodit proandri, yaitu berkelamin ganda. Ketika usianya dibawah satu tahun, ia berkelamin jantan dan pada tahun berikutnya berubah menjadi betina.

Ketika saya traveling ke Labuhanbatu dan mampir ke Rumah Makan Bu’ Ana di Jalan Sumber Begi Gang Rambutan No. 1, pemilik rumah makan menawari saya menu Ikan Terubuk karena kebetulan rumah makannya mempunyai stok ikan ini.

Telur Terubuk
Telur Terubuk yang banyak dicari

“Terubuk mulai sulit didapat, entah apa penyebabnya. Karena mulai langka, harga ikan pun relatif mahal, dijual seharga Rp. 200.000 – Rp. 250.000 per kilogram. Umumnya Ikan Terubuk dijual setelah beratnya mencapai satu kilogram karena ikan ini mempunyai banyak tulang yang halus. Kalau ukurannya kecil, akan sulit memisahkan daging ikan dari tulang halusnya”, jelas Ibu Ana, pemilik warung, pada saya.

Saya teringat cerita seorang teman yang pernah tinggal di Labuhanbatu bahwa sekitar tahun 80an ibunya sering memasak telur Ikan Terubuk dan makanan ini dianggap makanan mewah. Ia juga yang menyarankan saya agar menikmati kuliner Ikan Terubuk jika traveling ke Labuhanbatu. Mungkin perburuan telur ikan yang dilakukan sejak lama menjadi salah satu penyebab berkurangnya Ikan Terubuk di sini.

Terubuk dimasak dengan bumbu tauco.

Merasa penasaran, akhirnya saya memesan menu steam Ikan Terubuk bumbu tauco. Karna dagingnya tebal, harus dimasak selama satu jam agar bumbu meresap dan ikan matang.

Tapi harus hati-hati ya. Banyak tulang halusnya.

Saya menikmati Terubuk pesanan saya. Hhm, dagingnya lembut dan sangat lezat. Saya beruntung karna di perut ikan terdapat telur dengan ukuran yang cukup besar, sehingga saya bisa merasakan lezatnya rasa telur Terubuk dan paham mengapa telur ikan ini menjadi istimewa. Namun begitu, saya tetap harus berhati-hati memisahkan dagingnya dari tulang-tulang halus yang cukup banyak.

Tags : Ikan TerubukKuliner
ivone

The author ivone

Leave a Response