close

Pagar Alam

Pagar AlamSumatera Selatan

Liburan Lebaran ke Dempo Park, Pagar Alam

Kawasan Wisata Dempo Park menambah keindahan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Udara pegunungan dan banyaknya wahana permainan anak serta spot yang instagenic dengan latar Gunung Dempo menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke tempat ini.

Dempo Park Pagar Alam
Cocok untuk liburan bersama keluarga

Seperti pada libur lebaran kali ini, saya dan keluarga yang berlebaran di Pagar Alam mengunjungi Dempo Park. Taman ini ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari Kota Pagar Alam sendiri maupun dari luar kota, terutama pengunjung yang memang pulang kampung ke Pagar Alam untuk merayakan Idulfitri seperti kami.

Dempo Park Pagar Alam
Banyak wahana permaianan anak.

Tiket masuk ke Dempo Park sebesar Rp. 2.500 per orang. Ada beberapa spot foto yang mengenakan biaya tambahan sebesar Rp. 5.000 per lokasi, seperti spot foto berbentuk hati dengan latar Bukit Barisan.

Dempo Park yang berlokasi di Dempio Makmur, Pagar Alam Utara, dan hanya berjarak sekitar 8 kilometer dari Kota Pagar Alam ini menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan tarif yang relatif murah dan jarak yang tak terlalu jauh, maka tak heran jika tempat ini sangat ramai dikunjungi saat hari pertama Idulfitri tahun ini.

Selengkapnya
LahatNaturePagar AlamPalembang

Curup Maung, surga di tempat yang tak terduga.

God has the most unexpectedly beautiful things tucked in unlikely places.

Gak sabar pengen share foto ini.
Sebagai background adalah Curup Maung, air terjun di tengah hutan yg super duper dasyat!

Untuk mencapai Curup Maung, wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat selama satu jam perjalanan dari Ibu Kota Kabupaten Lahat menuju Kecamatan Gumay Ulu. Setelah sampai di Desa Padang Muaro Duo, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, para pengunjung harus memarkir kendaraan di tempat parkir yang telah disediakan oleh penduduk setempat, dengan tarif parkir  Rp. 5000 per kendaraan, tapi saya gak tega bayar segitu karna saya ditawarin makan sama tukang parkirnya 😊
Setelah itu wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama ± 1 jam menyusuri jalan setapak, melewati hutan dan kebun kopi, dengan medan yang menurun dan tingkat kecuraman hampir 45 derajat.

Medannya berat.  Bertambah berat karna saya membawa anak saya yg masih balita. Tapi begitu melihat viewnya, MasyaAllah…
we ow we.  Wow!

Kuatkan kaki dan paru-parumu, nak!
Besok kita akan ‘membaca’ lagi buku Indonesia Raya ini.

 

Selengkapnya